Berita Terkini
Baznas Linggau Bidik Zakat Usaha, Audiensi Kemenag Kota Lubuk Linggau
Lubuk Linggau – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Lubuk Linggau melakukan audiensi sekaligus silaturahmi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Lubuk Linggau, usai resmi dikukuhkan oleh Wali Kota pada 4 April 2026.
Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Baznas Kota Lubuk Linggau, Marjianto, SH., MH, didampingi Wakil Ketua I Luthfi Ishkak, Wakil Ketua III Andi Wiyanda, dan Wakil Ketua IV Holison. Kedatangan rombongan disambut Kepala Kantor Kemenag Kota Lubuk Linggau, H. Hasanudin, S.Ag., M.H.I.
Turut mendampingi pihak Kemenag, Junaidi Otto, S.H dari bidang Zakat dan Wakaf (Zawa), serta Muslim, S.Ag., M.Pd yang menjabat sebagai Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Kasi Pakis) sekaligus Plt Kasubbag Tata Usaha.
Dalam pertemuan tersebut, Bapak H. Hasanudin, S.Ag., M.H.I. menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat di Kota Lubuk Linggau. Salah satu langkah strategis yang disarankan adalah menggandeng Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Desa (P2UKD) tingkat kelurahan.
Selain itu, Kemenag juga mendorong Baznas untuk menunjuk duta zakat di setiap kecamatan, serta memperluas pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai sektor, termasuk rumah sakit dan instansi vertikal kementerian/lembaga yang berada di wilayah kota.
“Kolaborasi ini penting untuk memperkuat penghimpunan sekaligus pendistribusian zakat agar lebih tepat sasaran,” ujar Bapak H. Hasanudin, S.Ag., M.H.I. dalam audiensi tersebut.
Lebih lanjut, pihak Kemenag menyatakan komitmennya untuk mendukung program Baznas, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui pendekatan filantropi. Fokus diarahkan pada pengembangan sektor UMKM agar mampu mengangkat mustahik menjadi muzaki.
Bapak H. Hasanudin, S.Ag., M.H.I. juga mengingatkan agar Baznas tetap memperhatikan keseriusan dan kesiapan para mustahik dalam program pemberdayaan, sehingga hasil yang dicapai dapat berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Lubuk Linggau, Marjianto, menyampaikan harapannya agar seluruh program kerja Baznas mendapat dukungan penuh dari Kemenag. Ia menegaskan bahwa sinergi ini menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, Wakil Ketua I Baznas, Luthfi Ishkak, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mulai menjalin komunikasi dengan berbagai pelaku usaha di Kota Lubuk Linggau. Di antaranya sektor perhotelan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Advokat, Ikatan Notaris, serta himpunan pengusaha, yang ada dikota Lubuk Linggau
Langkah tersebut dilakukan untuk menggali potensi zakat, infak, dan sedekah yang selama ini belum tergarap secara maksimal.
Audiensi diakhiri dengan sesi foto bersama antara jajaran Kemenag dan Baznas Kota Lubuk Linggau sebagai simbol penguatan sinergi kelembagaan ke depan.
09/04/2026 | Andi Wiyanda, SE., Ak
Baznas Linggau Gali Potensi Dana Haji untuk ZIS
Lubuk Linggau – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Lubuk Linggau melanjutkan rangkaian audiensi dengan mengunjungi Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Lubuk Linggau, usai sebelumnya bersilaturahmi dengan Kantor Kementerian Agama setempat.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Lubuk Linggau, H. Mahmudan, S.Pd.I., M.Pd. Rombongan Baznas dipimpin Ketua Baznas Kota Lubuk Linggau, Marjianto, SH., MH, didampingi Wakil Ketua I Luthfi Ishkak, Wakil Ketua III Andi Wiyanda, dan Wakil Ketua IV Holison.
Dalam audiensi tersebut, Baznas menyampaikan gagasan terkait potensi dana Ongkos Naik Haji (ONH) sebagai sumber dana sosial keagamaan melalui instrumen Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
Marjianto menjelaskan bahwa secara perhitungan (hisab), dana setoran awal haji sebesar Rp25 juta yang mengendap sebelum keberangkatan, belum memenuhi syarat wajib zakat (nisab). Berdasarkan harga emas Antam per 9 April 2026 yang mencapai Rp2.850.000 per gram, nisab zakat emas setara 85 gram atau sekitar Rp242.250.000.
“Artinya, dana ONH sebesar Rp25 juta baru sekitar 10,3 persen dari nisab, sehingga belum wajib dizakati,” ujarnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa dana tersebut tetap memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui program infak dan sedekah. Menurutnya, pendekatan spiritual menjadi penting agar calon jemaah haji dapat membersihkan harta sebelum menunaikan ibadah.
“Walaupun belum wajib zakat, sedekah menjadi cara terbaik untuk ‘mencuci’ harta agar perjalanan haji lebih tenang dan murni,” tambahnya.
Baznas juga mengusulkan agar edukasi terkait hal tersebut dapat disampaikan langsung kepada calon jemaah haji Kota Lubuk Linggau. Usulan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak Kemenhaj.
H. Mahmudan menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengagendakan sosialisasi tersebut, yang direncanakan berlangsung pada Kamis, 16 April 2026.
Di sela audiensi, Mahmudan turut menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada kepengurusan Baznas Kota Lubuk Linggau periode 2026–2031. Ia menilai tantangan ke depan cukup besar, terutama dalam membangun kepercayaan masyarakat (trust) sebagai faktor utama meningkatnya partisipasi zakat, infak, dan sedekah.
Ia juga menyoroti pentingnya inovasi program, seperti Z-Chicken, yang dinilai mampu memberdayakan ekonomi umat. Namun, menurutnya, program tersebut harus tetap menjaga kualitas rasa dengan harga yang kompetitif.
Selain itu, Mahmudan mendorong Baznas untuk lebih aktif memanfaatkan media sosial serta media cetak dan online sebagai sarana transparansi dan akuntabilitas kepada para muzaki.
“Kepercayaan publik akan tumbuh jika pengelolaan dilakukan secara terbuka dan komunikatif,” tegasnya.
Audiensi diakhiri dengan sesi foto bersama antara jajaran Baznas Kota Lubuk Linggau dan pihak Kementerian Haji dan Umrah setempat.
09/04/2026 | Andi Wiyanda, SE., Ak
Baznas Lubuk Linggau Terima Mahasiswa Magang
Lubuk Linggau, 8 April 2026 — Baznas Kota Lubuk Linggau menerima mahasiswa/i program magang dari UIN Al Azhaar Lubuk Linggau dalam rangka Praktik Kerja Lapangan (PKL), Rabu (08/04/2026). Kegiatan ini berlangsung di kantor Baznas Kota Lubuk Linggau.
Kedatangan mahasiswa disambut langsung oleh Ketua Baznas Kota Lubuk Linggau, Marjianto, SH., MH, yang didampingi Wakil Ketua II H. A. Haris Elmi, SE dan Wakil Ketua IV Holison, SE. Program ini merupakan bentuk kerja sama antara lembaga pengelola zakat dan dunia akademik dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dari pihak kampus, mahasiswa yang mengikuti program magang berasal dari Program Studi Dakwah dengan bimbingan dosen Sumraini, S.Pd., M.M. Para mahasiswa akan menjalani masa magang selama satu bulan penuh.
Ketua Baznas Kota Lubuk Linggau, Marjianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa, khususnya dalam memahami pengelolaan zakat, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya.
“Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman praktis terkait tata kelola Baznas, khususnya di Kota Lubuk Linggau,” ujarnya.
Sementara itu, pihak kampus menitipkan mahasiswa agar dapat memperoleh ilmu yang aplikatif selama menjalani magang. Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu memahami sistem kerja lembaga secara menyeluruh, mulai dari pengumpulan hingga pendistribusian dana umat.
Dengan adanya program ini, Baznas Kota Lubuk Linggau berharap mahasiswa dapat menyerap pengetahuan secara optimal serta menambah wawasan dan pengalaman di dunia kerja. Program magang ini juga diharapkan menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan praktik nyata di lapangan.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan institusi pengelola zakat dalam mencetak generasi yang kompeten dan berintegritas di bidang sosial keagamaan.
08/04/2026 | Andi Wiyanda, SE., Ak
